Strategi Prioritas Pengembangan BUMDes di KABUPATEN BOGOR
Keywords:
BUMDes, Kebijakan Strategis, Analytic Network Process (ANP), Pengembangan SDM, Ekonomi PedesaanAbstract
Meskipun terjadi pertumbuhan kuantitatif yang pesat pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Bogor hingga mencapai 416 unit, kontribusi nyata mereka terhadap ekonomi desa masih belum optimal akibat berbagai hambatan struktural. Penelitian ini bertujuan merumuskan prioritas kebijakan strategis bagi pengembangan BUMDes dengan menggunakan pendekatan Analytic Network Process (ANP) untuk mengurai kompleksitas pengambilan keputusan. Studi ini melibatkan sintesis penilaian dari para ahli dan praktisi yang mencakup enam klaster utama: Sumber Daya Manusia (SDM), pemasaran, produksi, keuangan, manajemen, dan lingkungan bisnis. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan prioritas tertinggi untuk intervensi, mengungguli aspek pemasaran dan manajemen. Secara khusus, subkriteria paling dominan yang memengaruhi kinerja adalah tingkat pendidikan manajer dan keterampilan pemasaran. Berdasarkan bobot prioritas tersebut, strategi kebijakan inti yang dirumuskan adalah meningkatkan kualitas manajerial dan memperkuat kelembagaan organisasi. Sebagai implikasi manajerial, penelitian ini merekomendasikan pembentukan Badan Promosi BUMDes sebagai program prioritas untuk mempercepat akses pasar. Temuan ini berkontribusi pada literatur kebijakan pembangunan perdesaan dengan menawarkan model pengambilan keputusan yang sistemik dan berbasis bukti bagi pemerintah daerah.References
Agunggunanto, E. Y., Arianti, F., Kushandajani, K., & Darwanto, D. (2016). Pengembangan desa mandiri melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 19(1), 67–81. https://doi.org/10.24914/jeb.v19i1.460
Aslamiyah, N., & Qolbiyyah, S. (2024). Perbandingan kinerja BUMDes yang terdaftar dan tidak terdaftar sebagai badan hukum. El-Dusturie, 3(2), 101–114.
Barney, J. B. (1991). Firm resources and sustained competitive advantage. Journal of Management, 17(1), 99–120. https://doi.org/10.1177/014920639101700108
Becker, G. S. (1993). Human capital: A theoretical and empirical analysis, with special reference to education (3rd ed.). University of Chicago Press.
Coase, R. H. (1937). The nature of the firm. Economica, 4(16), 386–405. https://doi.org/10.1111/j.1468-0335.1937.tb00002.x
DiMaggio, P. J., & Powell, W. W. (1983). The iron cage revisited: Institutional isomorphism and collective rationality in organizational fields. American Sociological Review, 48(2), 147–160.
Eko, S. (2015). Regulasi baru, desa baru: Ide, misi, dan semangat UU Desa. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Granovetter, M. (1973). The strength of weak ties. American Journal of Sociology, 78(6), 1360–1380. https://doi.org/10.1086/225469
Granovetter, M. (1985). Economic action and social structure: The problem of embeddedness. American Journal of Sociology, 91(3), 481–510. https://doi.org/10.1086/228311
IMW menilai, pengelolaan BUMDes di Kabupaten Bogor semrawut. (2022, Juni 9). Apakabarnews.com. https://bogor.apakabarnews.com/imw-menilai-pengelolaan-bumdes-di-kabupaten-bogor-semrawut/
Kurnianto, S., & Iswanu, B. I. (2021). Governance and performance of village-owned enterprises (BUMDes). Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Airlangga, 6(2), 1150–1170. https://doi.org/10.20473/jraba.v6i2.35534
Pemkab catat 18 BUMDes berkontribusi untuk ekonomi desa Bogor. (2021, November 4). Antaranews.com. https://jabar.antaranews.com/berita/330625/pemkab-catat-18-bumdes-berkontribusi-untuk-ekonomi-desa-bogor
Pradana, H. A., & Fitriyanti, S. (2019). Pemberdayaan dan percepatan perkembangan badan usaha milik desa (BUMDes) dalam peningkatan ekonomi masyarakat dan peningkatan pendapatan asli desa. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 14(2), 133–146.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Ray, C. (1999). Endogenous development in the era of reflexive modernity. Journal of Rural Studies, 15(3), 257–267. https://doi.org/10.1016/S0743-0167(98)00072-2
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa.
Saaty, T. L. (1996). Decision making with dependence and feedback: The analytic network process. RWS Publications.
Saaty, T. L. (2005). Theory and applications of the analytic network process: Decision making with benefits, opportunities, costs, and risks. RWS Publications.
Schumpeter, J. A. (1934). The theory of economic development. Harvard University Press.
Schultz, T. W. (1961). Investment in human capital. The American Economic Review, 51(1), 1–17.
Scott, W. R. (2001). Institutions and organizations (2nd ed.). Sage Publications.
Sofyani, H., Atmaja, R., & Rezki, S. B. (2019). Success factors of village-owned enterprises (BUMDes) performance in Indonesia: An exploratory study. Jurnal Akuntansi dan Investasi, 20(2), 151–171. https://doi.org/10.18196/jai.2002116
Suryanto, S., & Sanjatmiko, B. (2018). Faktor-faktor yang memengaruhi kinerja pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi, 15(2), 235–251.
Widati, S. (2019). Masalah dan tantangan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 27(2), 55–68.
Williamson, O. E. (1981). The economics of organization: The transaction cost approach. American Journal of Sociology, 87(3), 548–577.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Lensa Pembangunan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.